Mata Anda Kering ? Baca Ini Dulu

Mata Anda Kering ? Baca Ini Dulu
KESEHATAN MATA - Mata kering terjadi saat Anda tak memproduksi cukup air mata atau air mata tidak melumasi mata dengan baik. Mata Anda akan iritasi atau ada butiran-butiran. Orang di setiap usia dapat terinfeksi, tapi orang lebih tua, khususnya wanita setelah menopause, lebih rantan. Masalahnya memburuk akibat udara kering atau berangin, air kolam renang yang berklor, dan pendingin ruangan atau pemanas ruangan. Diabetes, obat tertentu seperti antihistamin, dan radang kelopak mata ( blepharitis ) bisa mengeringkan mata.

Mata kering dapat di obati dengan beberapa tips berikut ini

  • Kedipkan mata sering kali, khususnya jika fokus pada pekerjaan yang detail dalam waktu lama. Beristirahatlah yang sering jika bekerja dengan komputer.
  • Untuk kekeringan sesekali, gunakan air mata artifisial untuk melembabkan mata
  • Coba gunakan salep pelumas agar mata tetap lembab di malam hari.
  • Dalam ruangan dengan pemanas sentral, tambahkan kelembaban dengan alat pelembab.
  • Minum 6-8 gelas per hari. Hentikan kopi, teh dan kola, karena minuman ini mengandung kafein, yang membuat Anda dehidrasi.
  • Gunakan kaca mata berenang saat berenang.
  • Hindari lingkungan berasap atau polusi, yang akan menambah iritasi mata.
  • Pasang penutup di pinggiran kaca mata, khususnya dalam kondisi beringin atau kering.
Air mata artifisial termasuk tetes mata yang mengandung hypromellose agar mata lembab dan mengurangi gatal. Gel mengandung carbomer yang juga melembabkan mata dan lebih nyaman dari tetes mata karena tak perlu dibubuhkan sering. Jangan gunakan lensa kontak selama menggunakan produk ini. Salep pelumas mata dibubuhkan sebelum tidur untuk melumasi mata di malam hari.
BASRI.D.S.Kep Kami miliki visi back to nature, dengan menggali potensi herbal melalui pendekatan biological based practice untuk membantu penyembuhan penyakit dan meningkatkan status kesehatan agar hidup lebih berkualitas. Semua konten yang dipublish di blog ini bersifat edukatif, bukan sebagai standar/panduan pengobatan, tetap berkonsultasi ke dokter atau ahli herbal.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel